Text Line

Kita Bangsa yang Besar, Jangan Mudah Untuk Diadu Domba

Teks

Mohon Maaf Jika Anda Kurang Nyaman, Karena Blog Masih Dalam Perbaikan

Rabu, 19 Agustus 2015

Dari Proyek Listrik 35 Ribu MW, Berapa Jatah Swasta?



Be Bi Pro News, Jakarta - Pemerintah menetapkan 109 proyek yang masuk dalam program pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35 ribu megawatt (MW) selama periode 2015 hingga 2019. Tak hanya dikerjakan PLN, proyek ini juga bakal digarap pengembang listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).

Lalu berapa proyek yang menjadi jatah swasta?

Dikutip dari publikasi PLN, Sabtu (18/4/2015), dari 109 proyek tersebut, sekitar 74 proyek pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 25.904 MW yang dikerjakan dengan skema pengembang listrik swasta dalam lima tahun ke depan dan 35 proyek lainnya berdaya 10.681 MW dikerjakan PLN.

Total kebutuhan pendanaan untuk pembangunan pembangkit listrik selama 2015-2019 sebanyak Rp 1.127 triliun, di mana Rp 512 triliun di antaranya dari PLN dan Rp 615 triliun dari swasta dalam skema IPP.

Pendanaan PLN diperuntukkan bagi proyek pembangkitan Rp 199 triliun dan transmisi serta gardu induk Rp 313 triliun. Sementara, kebutuhan pendanaan IPP Rp615 triliun seluruhnya untuk pembangkitan.

Dari 74 proyek IPP sebanyak 21 proyek berkapasitas 10.348 MW, yang di antaranya ada yang sampai pada tahap pengadaan.

Selain itu ada 16 proyek IPP berkapasitas 4.648 MW yang proses pengadaannya sudah dimulai melalui penunjukkan langsung mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2015 tentang Prosedur Pembelian Tenaga Listrik.

Sisanya, sebanyak 37 proyek IPP berkapasitas 10.908 MW, proses pengadaannya akan dilakukan menggunakan mekanisme pelelangan.

Sedangkan dari 35 proyek yang dikerjakan PLN, delapan proyek berkapasitas 2.301 MW di antaranya sudah berlangsung proses pengadaannya dengan metoda pelelangan.

Sementara, 27 proyek lainnya dengan kapasitas 8.380 MW proses pengadaannya juga akan dilakukan dengan mekanisme pelelangan.

Sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2015-2024, pemerintah memproyeksikan beban puncak listrik dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 6,1 persen pada 2015 akan mencapai 36.787 MW dan pada 2019 bakal sampai 50.531 MW dengan pertumbuhan ekonomi 7,1 persen, dan tahun 2024 mencapai 74.536 MW dengan asumsi pertumbuhan 7 persen.

Saat ini, kapasitas listrik terpasang nasional adalah 50 ribu MW. Dengan tambahan 35 ribu MW, maka rasio elektrifikasi meningkat dari 84 persen pada 2015 menjadi 97 persen pada 2019.





Sumber: Liputan6.com

Selasa, 18 Agustus 2015

Dolar AS Rp 13.800, Darmin: Pemerintah dan BI Harus Kerja Keras



Be Bi Pro News, Jakarta - Seperti yang telah dilansir oleh Detik.com pada hari Jumat 14/08/15 kemarin. Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyatakan bahwa saat ini investasi harus digenjot untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Dengan adanya aliran dana dari investasi, tekanan terhadap rupiah bisa dikurangi. 

"Semuanya sangat tergantung terhadap seberapa berhasil kita mengundang investasi. Kalau capital inflow itu maka tekanan terhadap rupiah akan mereda," kata Darmin usai Pidato Kenegaraan Presiden di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2015). 

Dia menjelaskan, kondisi perekonomian saat ini memang tidak menguntungkan bagi rupiah. Selain tertekan oleh faktor-faktor eksternal seperti devaluasi yuan, rencana kenaikan suku bunga The Fed, faktor internal seperti fundamen ekonomi dalam negeri yang masih lemah juga berpengaruh. 

"Memang situasinya membuat ada beberapa hal bekerja sekaligus, ya ada (faktor) internasional, ada juga regional, ada juga di dalam. Penyebabnya (pelemahan rupiah) ya harus gabungan ketiga-tiganya," ucapnya. 

Darmin menambahkan, tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih belum akan berakhir dalam waktu dekat. Masih ada tekanan dari eksternal yang menghampiri Indonesia. 

"Masalahnya apa yang berlangsung di Amerika itu (suku bunga The Fed) juga tidak sekali naik selesai, dia akan beberapa kali. Karena beberapa kali berarti tekanannya akan muncul beberapa kali," 

Karena itu, pemerintah dan Bank Indonesia harus bekerja keras untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. "Situasinya tergantung kerja keras pemerintah, termasuk Bank Indonesia," tutupnya.

Namun sampai saat ini Senin (18/08/15), kondisi rupiah semakin perkasa untuk terjun bebas di angka Rp. 13.850,-.





Sumber: Detik.com

Dolar Kembali Anjlok Pagi Ini Pada Angka Rp. 13.850,-



Be Bi Pro News, Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali loyo terhadap dolar Amerika Serikat (AS) awal pekan ini. Mata uang Paman Sam ini sempat mendekati Rp 13.900.

Seperti dikutip dari data perdagangan Reuters, Selasa (18/8/2015), dolar AS pagi tadi dibuka langsung melonjak ke Rp 13.846 dibandingkan posisi pada perdagangan akhir pekan lalu Rp 13.785 per dolar AS.

Dolar AS sempat menanjak hingga ke titik tertingginya hari ini di Rp 13.851. Akibatnya, sejak awal tahun hingga hari ini, rupiah sudah melemah hingga lebih dari 10%.

Menjelang siang ini, dolar AS bisa ditahan hingga ke kisaran Rp 13.835, bahkan sebelumnya sempat ditekan hingga Rp 13.820 setelah naik tinggi.





Sumber: Detik.com

Rabu, 12 Agustus 2015

Perdagangan Setengah Hari, IHSG Terjun 2,6%



Be Bi Pro, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas 122 poin gara-gara ramainya aksi jual yang dilakukan investor. Seluruh indeks sektoral jatuh lebih dari dua persen.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG anjlok 50,543 poin (1,09%) ke level 4.572,048 mengekor pelemahan bursa global dan regional. Aksi jual langsung marak sejak pembukaan perdagangan.

Indeks langsung menukik tajam hingga ke titik terendahnya hari ini di 4.476,222. Banyak melepas investor melepas saham menjelang pengumuman perombakan (reshuffle kabinet) menjelang sore nanti.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, Rabu (12/8/2015), IHSG terjun bebas 122,906 poin (2,66%) ke level 4.499,685. Sementara Indeks LQ45 jatuh 23,937 poin (3,06%) ke level 757,177.

Seluruh indeks sektoral kompak melemah dengan koreksi rata-rata lebih dari dua persen. Saham-saham unggulan menderita koreksi paling dalam.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 123.948 kali dengan volume 3,25 miliar lembar saham senilai Rp 3,328 triliun. Sebanyak 20 saham naik, 260 turun, dan 47 saham stagnan.

Bursa-bursa regional masih terimbas langkah bank sentral China yang sengaja melemahkan yuan. Semuanya kompak melemah siang ini.

Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 jatuh 406,91 poin (1,96%) ke level 20.313,84.
  • Indeks Hang Seng anjlok 429,92 poin (1,75%) ke level 24.068,29.
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 17,61 poin (0,45%) ke level 3.910,30.
  • Indeks Straits Times terjun 79,81 poin (2,53%) ke level 3.073,25.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Duta Anggada (DART) naik Rp 35 ke Rp 735, Bumi Teknokultura (BTEK) naik Rp 30 ke Rp 1.195, Grand Kartech (KRAH) naik Rp 30 ke Rp 2.090, dan Multistrada (MASA) naik Rp 15 ke Rp 264.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora Indah (MYOR) turun Rp 1.500 ke Rp 25.500, Matahari (LPPF) turun Rp 1.300 ke Rp 17.025, Unilever (UNVR) turun Rp 950 ke Rp 36.300, dan HMSP (HMSP) turun Rp 825 ke Rp 81.875.




Sumber: Detik.com

Senin, 10 Agustus 2015

Brigez di Tantang Walikota Bandung



Be Bi Pro News, Bandung - Pernyataan yang sangat mengejutkan dari Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menantang Organisasi Kepemudaan (OKP) Brigez untuk membuat acara zikir bersama dalam rangka Hari Anti Korupsi (HAKI) sedunia Desember 2015 mendatang.

Hal itu merupakan apresiasi orang nomor satu di Bandung tersebut kepada OKP Brigez yang mau bergerak dan berubah menjadi organisasi yang positif.

"Saya sangat bahagia, mereka kompak dan mau diarahkan kepada kegiatan positif," ungkapnya usai menghadiri Brigez Berzikir di Masjid Raya Bandung, di Jalan Asia Afrika, Bandung, Sabtu (8/8/2015) kemarin.

Pria lulusan ITB ini yang biasa akrab disapa Kang Emil tersebut meminta Brigez untuk mengajak organisasi lainnya agar melakukan kegiatan positif. Dan sebagai wujud dari apresiasi ini, Kang Emil meminta kepada Brigez untuk menggelar acara zikir bersama dalam rangka Hari Anti Korupsi (HAKI) sedunia Desember 2015 mendatang.

"Saya tantang mereka untuk membuat acara zikir dalam rangka Hari Anti Korupsi (HAKI) sedunia, dan anak-anak Brigez sebagai panitianya. Sehingga ada pesan perubahannya," ucap Kang Emil.

Kang Emil mengakui citra geng motor berandalan yang melekat dalam tubuh Brigez sulit untuk diubah. Namun pihaknya optimis Brigez yang saat ini sudah berubah menjadi organisasi kepemudaan bisa menjadi lebih baik.

"Butuh waktu untuk mengubah persepsi tentang Brigez. Dengan dua kali acara zikir bareng saja hatur lumayan. Yang terpenting semua hak untuk bertobat dan salurannya adalah forum zikir ini, maka dari itu saya mendukungnya," ungkap Kang Emil. (UAK)

Minggu, 09 Agustus 2015

Cadangan Devisa Terus Menurun, Akhir Desember 2014 US$111,9 Miliar, Akhir Juli 2015 US$107,6 Miliar



Be Bi Pro News, Jakarta - Cadangan Devisa setiap bulannya mengalami penurunan, tercatat mulai dari akhir Desember 2014 hingga Akhir Juli 2015, trend yang di bentuk terus menurun. Mulai akhir Desember 2014 sampai pada akhir bulan Januari dan bulan Februari mengalami peningkatan.

Namun pada bulan berikutnya, akhir Maret hingga akhir Juli Cadangan Devisa terus mengalami penurunan.

Berikut data informasi Cadangan Devisa yang di lansir oleh Bank Indonesia (BI) melalui bi.go.id pada kolom Siaran Pers Bank Indonesia:

  1. Cadangan Devisa Akhir Desember 2014 Mencapai US$111,9 Miliar, ​No. 17/4/DKom, Tgl. 08-01-2015
  2. Cadangan Devisa Akhir Januari 2015 Meningkat Menjadi US$114,2 Miliar, No. 17/ 9 /DKom, Tgl. 06-02-2015
  3. Cadangan Devisa Akhir Februari 2015 Meningkat Menjadi US$115,5 Miliar, No. 17/15/DKom, Tgl. 06-03-2015
  4. Cadangan Devisa Akhir Maret 2015 Sebesar US$111,6 Miliar, No. ​​17/ 27 /DKom, Tgl. 08-04-2015
  5. Cadangan Devisa Akhir April 2015 Sebesar US$110,9 Miliar, No. 17/34/DKom, Tgl. 08-05-2015
  6. Cadangan Devisa Akhir Mei 2015 Sebesar US$110,8 Miliar, No. 17/42/DKom, Tgl. 05-06-2015
  7. Cadangan Devisa Akhir Juni 2015 Sebesar US$108,0 Miliar, No. 17/55/DKom, Tgl. 07-07-2015
  8. Cadangan Devisa Akhir Juli 2015 Sebesar US$107,6 Miliar, No. 17/61/DKom, Tgl. 07-08-2015




Sabtu, 01 Agustus 2015

Rupiah Keok Karena Melonjaknya Permintaan Dolar AS



Be Bi Pro News, JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin anjlok. Bahkan Rupiah menembus pelemahan terendahnya ke level Rp13.512 per USD.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan penguatan dolar terjadi lantaran permintaan dolar AS menjelang akhir bulan yang meningkat.

"Ini akhir bulan, ada permintaan dolar AS cukup tinggi untuk pembayaran utang. Ini membuat rupiah tertekan," ucap Agus di Gedung BI, Jumat (31/7/2015).

Kendati demikian, Agus mengatakan pelemahan tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi. Pasalnya pelemahan terhadap dolar juga dialami oleh sejumlah mata uang lain, seperti Brasil, Turki, Rusia, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

‎"Pelemahan kan akibat adanya penguatan dolar AS, ada perbaikan ekonomi Amerika Serikat yang tumbuh lebih baik 2,3 persen. Kalau kondisi Amerika membaik orang menduga suku bunga The Fed naik," jelasnya.

Guna menenangkan pasar, Agus meyakini bahwa BI selalu ada di pasar untuk menjaga volatilitas rupiah berada pada batas yang sehat sesuai dengan fundamental perekonomian Indonesia.

"Kami menjaga ketidakpastian di luar (kenaikan suku bunga The Fed). Secara umum BI akan ada di pasar," tandasnya.

Perlu diketahui, menurut data Bloomberg, Jumat (31/7/2015), kurs Rupiah pada perdagangan non-delivery forward(NDF), Rupiah tercatat melemah 45 poin atau 0,34 persen ke Rp13.504 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp13.458 per USD.





Sumber: Okezone.com